Senin, 19 Oktober 2015

Pengenalan PHP

Dewasa ini bahasa pemrograman PHP sudah  banyak digunakan oleh para web programer, web developer atau webmaster untuk membangun sebuah website dinamis, maupun website statis. Lalu apa itu PHP? PHP akronim dari kata “Hypertext Preprocessor” yang merupakan bahasa pemrograman web atau scripting language yang didesain untuk web.

Bahasa pemrograman PHP dibuat pertama kali oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Awalnya dibuat untuk menghitung jumlah pengunjung pada homepage-nya. Waktu itu PHP masih bernama FI (Form Interpreted), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web.

Di awal Januari 2001, PHP telah dipakai lebih dari 5 juta domain di seluruh dunia, dan akan terus bertambah sebab bahasa pemrograman PHP sangat mudah dalam implementasinya dibandingkan dengan bahasa server side yang lain. Detail informasinya bisa Anda baca pada alamat situs : http://www.php.net/usage.php

Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.

Pada tahun 1997 sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998 perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0.

Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut di kenal dengan PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada abad ke -21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.

Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa permrograman ke arah paradigma berorientasi objek.

PHP bisa menjadi populer karena kesederhanaannya dan kemampuannya dalam menghasilkan berbagai aplikasi web, Mulai dari e-commerce/e-store, bulletin board/forum diskusi, CMS(Content Management System), dan masih banyak lagi.

PHP telah banyak digunakan oleh situs-situs baik yang berdomain dari dalam negeri maupun luar negeri. PHP adalah Open Source Project, jadi Anda dapat mengubah source code dan mendistribusikan secara bebas. PHP juga diedarkan secara gratis dan Anda bisa mendapatkannya secara gratis. PHP juga dapat berjalan di berbagai web server semisal IIS, Apache, PWS, dan lainnya. Informasi mengenai PHP lebih jauh silahkan Anda kunjungi situs www.php.net


Kelebihan dan Kekurangan PHP

Jika Anda sudah tahu mengenai apa itu PHP maka kita perlu tahu juga apa saja kelebihan dan kekurangan skript PHP ini.


Kelebihan PHP

1.       Open Source
PHP adalah aplikasi yang open source, artinya skrip PHP bisa disistribusikan secara gratis, dimodifikasi, dan dibangun ulang terutamauntuk aplikasi berbasis PHP.
2.       Multi OS
Aplikasi PHP bukan saja bisa di jalankan pada sistem operasi Linux, tetapi juga bisa dijalankan untuk sistem operasi Windows.
3.       Dukungan Webserver
PHP selain mendukung web server Apache, bisa juga mendukung webserver IIS.
4.       Kecepatan akses
Aplikasi yang berbasis PHP bisa cukup cepat diakses dibandingkan degan aplikasi CGI dengan Perl atau Phyton. Bahkan lebih cepat dibanding dengan ASP maupun Java dalam berbagai pilihan aplikasi web.
5.      PHP mudah dipelajari
Dibandingkan denganbahasa pemrograman lainnya, PHP termasuk bahasa pemrograman yang mudah  dipahami.
6.      Di support oleh komunitas
PHP memiliki support yang baik untuk pengembangan ke depannya. Disamping itu berbagai skrip atau aplikasi siap pakai yang gratis telah tersedia.



Kekurangan PHP

Kita sudah membicarakan mengenai kelebihan PHP, tetepi PHP juga sebenarnya juga punya kelemahan diantaranya:
1.       Walaupun PHP aman tetapi jika programer-nya tidak jeli atau dalam hal konfigurasinya kurang diperhatikan maka akan menyebabkan rentan terhadap serangan hacker. Misalnya saja dalam pembuatan form login, jika konfigurasinya salah maka pihak penyusup akan mencari kelemahannya, misal dengan metode SQL Injection.
2.       Kode PHP dapat dibaca semua orang dan kompilasi hanya dapat dilakukan dengan tool yang mahal dari Zend($2000).
3.      Tidak bisa memisahkan antara tampilan dengan logic dengan baik.
4.      Tidak memiliki sistem pemrograman berorientasi objek yang sesungguhnya.




Rabu, 07 Oktober 2015

Menulis Script PHP

Untuk menulis skrip PHP perlu di butuhkan start tag dan end tag, atau perintah awal dan perintah akhir , supaya penulisan scrip PHP bisa di kenali dalam program. Di dalam penulisan tag ada beberapa cara penulisan yaitu :


-          <?   Penulisan Skrip PHP ?>
-          <?php   Penulisan Skrip PHP ?>
-          <%   Penulisan Skrip PHP %>
-          <SCRIPT language=”php”>   Penulisan Skrip PHP</SCRIPT>


Jadi setiap penulisan script yang berada di dalam antara start tag dan end tag dianggap sebagai perintah PHP, sehingga jika terjadi kesalahan script php maka akan di anggap salah dan akan mengakibatkan program error.
Contoh script PHP:
<?php
Echo “Di sini letak penulisan script”;
?>

Kriteria yang harus diperhatikan dalam penulisan script PHP adalah sebagai berikut:
1.  Untuk setiap halaman yang terdapat script php harus disimpan dengan ekstensi PHP. Misal : media.php
2.  Untuk setiap penulisan script PHP harus di dahului dengan penulisan start tag (“<?php”) dan kemudian di akhiri dengan end tag (“?>”) .
3. Untuk setiap baris script PHP yang berfungsi untuk menampilkan atau yang disebut dengan pernyataan cetak di dahului dengan script “echo” atau “print” untuk contoh penulisannya adalah sebagai berikut:
- Untuk penulisan “Print”:
Print (“ tulisan ini akan di tampilkan”);

- Untuk penulisan “echo”:
echo “tulisan ini akan di tampilkan”;

4.  Untuk setiap baris script di akhiri dengan tanda titik koma(“;”)
Contoh:
<?php
echo “Tutorial PHP”;
?>
5.  Untuk setiap script PHP yang mengandung variabel harus di awali dengan tanda dollar ($).
Contoh :
<?php
$kota=”Semarang”;
echo “Saya tinggal di kota  $kota”;
?>
6. Untuk penulisan keterangan dalam program script php diperlukan tanda  (/*),(*/) atau (//).
Untuk penulisan keterangan pada script php dapat diawali dengan menggunakan tanda (/*) dan di akhiri dengan tanda(*/).  Atau bisa juga menggunakan tanda (//),  perbedaannya jika menggunakan tanda (//) hanya di gunakan di awal baris.

Penulisan tanda tersebut bertujuan supaya penulisan keterangan tidak di baca sebagai script php oleh program.

Contoh penggunaan tanda (/*) dan (*/):
<?php
/* ini script php untuk menampilkan tulisan*/
echo “Nama saya Ari”;
?>
Contoh penggunaan tanda (//):
<?php
// ini script php untuk menampilkan tulisan
echo “Nama saya Ari”;
?>

7. Jika dalam script php terdapat listing HTML maka di gunakan tanda ( ' ) atau bisa dengan tidak disertai tanda.
Contoh :
<?php
echo "<font color='#0000FF'>Nama saya ARI</font>";
?>
Atau
<?php
echo "<font color=#0000FF>Nama saya ARI</font>";
?>











  

Senin, 05 Oktober 2015

Dasar Membuat Program PHP

Memahami PHP

PHP dapat di artikan sebagai PHP:Hypertext Preeprocesor. Bahasa pemrograman PHP ini hanya dapat berjalan pada server. Hasil dari php ini dapat di tampilkan pada Client.