Dewasa ini bahasa pemrograman PHP sudah banyak digunakan oleh para web programer, web
developer atau webmaster untuk membangun sebuah website dinamis, maupun website
statis. Lalu apa itu PHP? PHP akronim dari kata “Hypertext Preprocessor” yang
merupakan bahasa pemrograman web atau scripting language yang didesain untuk
web.
Bahasa pemrograman PHP dibuat pertama kali oleh Rasmus
Lerdorf pada tahun 1995. Awalnya dibuat untuk menghitung jumlah pengunjung pada
homepage-nya. Waktu itu PHP masih bernama FI (Form Interpreted), yang wujudnya
berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web.
Di awal Januari 2001, PHP telah dipakai lebih dari 5 juta
domain di seluruh dunia, dan akan terus bertambah sebab bahasa pemrograman PHP
sangat mudah dalam implementasinya dibandingkan dengan bahasa server side yang
lain. Detail informasinya bisa Anda baca pada alamat situs : http://www.php.net/usage.php
Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini
interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini
disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara
signifikan.
Pada tahun 1997 sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang
interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian
pada Juni 1998 perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan
meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0.
Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP
baru dan rilis tersebut di kenal dengan PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling
banyak dipakai pada abad ke -21. Versi ini banyak dipakai disebabkan
kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki
kecepatan dan stabilitas yang tinggi.
Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti
dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model
pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa
permrograman ke arah paradigma berorientasi objek.
PHP bisa menjadi populer karena kesederhanaannya dan
kemampuannya dalam menghasilkan berbagai aplikasi web, Mulai dari
e-commerce/e-store, bulletin board/forum diskusi, CMS(Content Management
System), dan masih banyak lagi.
PHP telah banyak digunakan oleh situs-situs baik yang
berdomain dari dalam negeri maupun luar negeri. PHP adalah Open Source Project,
jadi Anda dapat mengubah source code dan mendistribusikan secara bebas. PHP
juga diedarkan secara gratis dan Anda bisa mendapatkannya secara gratis. PHP
juga dapat berjalan di berbagai web server semisal IIS, Apache, PWS, dan
lainnya. Informasi mengenai PHP lebih jauh silahkan Anda kunjungi situs www.php.net
Kelebihan dan Kekurangan PHP
Jika Anda sudah tahu mengenai apa itu PHP maka kita perlu tahu juga apa saja
kelebihan dan kekurangan skript PHP ini.
Kelebihan PHP
1. Open Source
PHP adalah aplikasi yang open source, artinya skrip PHP bisa
disistribusikan secara gratis, dimodifikasi, dan dibangun ulang terutamauntuk
aplikasi berbasis PHP.
2. Multi OS
Aplikasi PHP bukan saja bisa di jalankan pada sistem operasi Linux,
tetapi juga bisa dijalankan untuk sistem operasi Windows.
3. Dukungan Webserver
PHP selain mendukung web server Apache, bisa juga mendukung webserver IIS.
4. Kecepatan akses
Aplikasi yang berbasis PHP bisa cukup cepat diakses dibandingkan degan
aplikasi CGI dengan Perl atau Phyton. Bahkan lebih cepat dibanding dengan ASP
maupun Java dalam berbagai pilihan aplikasi web.
5. PHP mudah dipelajari
Dibandingkan denganbahasa pemrograman lainnya, PHP termasuk bahasa
pemrograman yang mudah dipahami.
6. Di support oleh komunitas
PHP memiliki support yang baik untuk pengembangan ke depannya. Disamping
itu berbagai skrip atau aplikasi siap pakai yang gratis telah tersedia.
Kekurangan PHP
Kita
sudah membicarakan mengenai kelebihan PHP, tetepi PHP juga sebenarnya juga
punya kelemahan diantaranya:
1. Walaupun PHP aman tetapi jika programer-nya
tidak jeli atau dalam hal konfigurasinya kurang diperhatikan maka akan
menyebabkan rentan terhadap serangan hacker. Misalnya saja dalam pembuatan form
login, jika konfigurasinya salah maka pihak penyusup akan mencari kelemahannya,
misal dengan metode SQL Injection.
2. Kode PHP dapat dibaca semua orang dan kompilasi
hanya dapat dilakukan dengan tool yang mahal dari Zend($2000).
3. Tidak bisa memisahkan antara tampilan dengan
logic dengan baik.
4. Tidak memiliki sistem pemrograman berorientasi
objek yang sesungguhnya.